Kamis, 31 Mei 2012

KELOMPOK 10: MENCARI MEAN KELOMPOK, MEAN MATA PELAJARAN, STANDAR DEVIASI, DAN PENETAPAN RANKING SISWA DI KELAS



Mencari Mean Kelompok, Mean mata pelajaran, Standar Deviasi, dan penetapan ranking
siswa di kelas
Diajukan untuk Memenuhi Tugas kelompok
Mata Kuliah: Evaluasi Belajar
Dosen : Naela Rifatil Muna S.Psi


Disusun Oleh :


Dede Andriyana
Ghofar Ismail
Muh. Hasby Assidiqqi
Rosid

Tarbiyah/ III / PBI-C
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
SYEKH NURJATI CIREBON
2012

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Dalam pelajaran evaluasi pembelajaran itu mencakup salah satu tentang kedudukan siswa dalam kelompok. Maksud kedudukan siswa dalam kelompok adalah letak seseorang siswa di dalam urutan tingkatan. Dalam istilah yang umum, disebut ranking, untuk dapat di ketahui ranking dari siswa-siswa di suatu kelas maka harus di adakan pengurutan nilai siswa-siswa tersebut dari yang paling atas sampai ke nilai yang paling bawah. Dengan mengurutkan nilai-nilai maka dengan mudah dapat ditentukan nomor yang menunjukkan siswa dalam tingkatannya.

B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka penulis merumuskan masalah di atas sebagai berikut :
1. Kedudukan siswa dalam kelompok
2. Cara-cara menentukan kedudukan siswa

C. TUJUAN PENULISAN
Penulisan makalah ini bertujuan sebagai berikut :
  1. Memenuhi tugas dari Ibu Neila Rifatil Muna S. psi. M. pd. I. selaku dosen mata kuliah Evaluasi Pembelajaran.
  2. Sebagai tambahan informasi bagi para pembaca.
  3. Sebagai bahan yang didiskusikan pada saat pelaksanaan mata kuliah evaluasi pembelajaran

D. METODE PENULISAN
Metode yang digunakan untuk pembuatan makalah ini adalah metode literatur yaitu suatu penulisan yang mengambil sumber-sumbernya dari buku – buku yang ada hubungannya dengan permasalahan pada makalah yang tim penyusun buat.


BAB II
PENETAPAN RANKING SISWA DI KELAS
A.  Pengertian ranking
Ranking adalah bentuk laporan dan tanggung jawab staf pengajar seperti guru, dosen dan sebagainya kepada atasanya, orang tua atau wali peserta didik, maupun kepada para peserta didik mengenai dimana letak urutan kedudukan seorang peserta didik jika di bandingkan dengan peserta didik lainnya dan ditengah-tengah kelompok dimana peserta didik itu berada (Sudijono, 2009: 441).
Setelah disampaikannya informasi tersebut kepada pihak-pihak terkait, maka para peserta didik akan mengetahui termasuk golongan apa posisi mereka. Apakah termasuk dalam posisi pintar, sedang atau agak bodoh. Jadi mereka dapat mengetahui standing position masing-masing peserta didik dan perkembanganya dari waktu ke waktu.

B. Prosedur penentuan dan penyusunan ranking peserta didik
1.      Prosedur penentuan dan penyusunan ranking peserta didik dalam kelas Merata – ratakan hasil rata-rata test formative dan summative, sebelumnya dibulatkan dulu kedalam angka 1-10 agar mempermudah menghitung. (Purwanto, 2010:116)
2.      Mengurutkan nilai-nilai yang telah di capai oleh peserta didik, mulai dari nilai yang paling tinggi sampai dengan nilai yang paling rendah. Dengan cara ini, maka akan diketahui urutan dari masing-masing peserta didik.

C. Cara menentukan kedudukan siswa dalam kelompok
  1. Pengertian.
Yang dimaksud dengan siswa dalam kelompok adalah letak seseorang siswa di dalam urutan tingkat. Dalam istilah yang umum, disebut rangking. Untuk dapat diketahui rangking dari siswa-siswa di suatu kelas maka harus diadakan pengurutan nilai-nilai siswa tersebut dari yang paling atas sampai ke nilai yang paling bawah. Dengan mengurutkan nilai-nilai maka dengan mudah dapat ditentukan nomor yang menunjukkan kedudukan siswa dalam tingkatannya.



b. Cara-cara Menentukan Kedudukan Siswa.
Ada 4 macam cara untuk menentukan ranking atau kedudukan siswa
dalam kelompoknya :

1. Dengan ranking sederhana (Simple rank)
2. Dengan ranking persentase (percentile rank)
3. Dengan standar deviasi
4. Dengan menggunakan Z-Score

  1. Simple Rank (SR)
Adalah urutan yang menunjukkan letak/kedudukan seseorang dalam kelompoknya dan dinyatakan dengan nomor atau angka biasa.
Contoh :
Skor dari ulangan bahasa Indonesia bagi 20 orang siswa adalah sebagai berikut :
A = 45             F = 70             K = 74             P = 81
B = 50                         G = 78             L = 72                         Q = 72
C = 39                         H = 75             M = 69            R = 65
D = 61             I = 60              N = 60             S = 49
E = 63                         J = 73              O = 71             T = 55

Hanya dengan melihat deretan skor yang masih berserakan ini, kita belum dapat menentukan ranking atau kedudukan seseorang dalam kelompoknya, maka untuk skor-skor tersebut terlebih dahulu harus kita susun, urut dari skor yang paling tinggi sampai ke skor yang paling rendah, dengan urutan ke bawah. Setelah itu kita tentukan urutan nomor dari atas, yaitu 1, 2, 3, 4, 5 dan seterusnya sampai seluruh siswa memperoleh nomor. Yang perlu diingat disini bahwa apa bila ada dua atau tiga orang yang kebetulan memiliki skor yang sama, harus diberi nomor urut atau ranking yang sama pula, yaitu rata-rata dari urutan orang-orang yang memiliki skor sama tersebut. Untuk memahami bagaimana menentukan simple rank atau ranking sederhana marilah kita urutkan skor-skor A sampai dengan T, dan terdapatlah seperti berikut ini :


Table Simple Rank Dari 20 Orang Siswa
No
Nama siswa
Skor
Ranking
1
P
81
1
2
G
78
2
3
H
75
3
4
K
74
4
5
L
72
5 (5,5)         dari (5+6)
6
Q
72
6 (5,5)
  7
O
71
7
8
F
70
8
9
M
69
9
10
I
60
10
11
R
65
11
12
E
63
12
13
D
61
13
14
N
60
14
15
T
55
15
16
B
50
16
17
S
49
17
18
J
73
18
19
A
45
19
20
C
39
20

  1. Siswa yang mempunyai skor sama, juga mempunyai ranking sama. Sehingga ada nomor-nomor yang tidak digunakan sebagai nomor urut.
  2. Rank terakhir selalu sama dengan nomor urut siswa atau banyaknya siswa dapat di kelompok, kecuali ada beberapa siswa yang mempunyai persamaan skor.




  1. Percentile Rank
Percentile Rank atau ranking persentase : Adalah kedudukan seseorang dalam kelompok, yang menunjukkan banyaknya persentase yang berada di bawahnya. Jadi, dalam hal ini siswa dibandingkan dengan siswa lain yang mempunyai skor sama atau lebih kecil dari padanya.
Contoh :
Jika seorang siswa memiliki PR ( percentile rank) 85 ini menunjukkan bahwa kecakapan siswa tersebut sama atau melebihi 85 % dari seluruh kelompok. Dengan ranking persentase atau percentile rank, lebih dapat diketahui gambaran kecakapan siswa, karena angka ranking menunjukkan besarnya persentase siswa dalam kelompok yang berhasil dilampaui. Apabila hanya dengan simple rank hanya diketahui nomor, tanpa menunjukkan banyaknya individu yang masuk dalam kelompok. Mungkin A mempunyai ranking 15. Tampaknya nomor kecil, tetapi siapa tahu bahwa seluruh kelompok memang hanya terdiri dari 15 orang, hingga A termasuk juru kunci.
Cara menentukan PR adalah demikian :
1) Menentukan dahulu SR (Simple Rank)-nya.
2) Mencari dengan 100, setelah dibagi dengan kelompok itu, yang ada di bawahnya.
3) Mengalikan dengan 100, setelah dibagi dengan kelompok.
Contoh :
Dengan kelompok yang terdapat pada "Tabel Simple Rank untuk 20 orang".
Dengan demikian kita akan mencari PR nya;
No
Nama siswa
Simple Rank (SR)
       N-SR      x 100
      N  Rank
Percentile
1
P
1
     20-1  x 100
      20
95
2
G
2
     20-2  x 100
      20
90
3
H
3
     20-3  x 100
      20
85
4
K
4
     20-4  x 100
      20
80
5
L
5 (5,5)         dari (5+6)
     20-5,5 x 100
      20
72.5
6
Q
6 (5,5)
     20-5,5  x 100
      20
72.5
  7
O
7
     20-7  x 100
      20
65
8
F
8
     20-8  x 100
      20
60
9
M
9
     20-9  x 100
      20
55
10
I
10
     20-10  x 100
      20
50
11
R
11
     20-11  x 100
      20
45
12
E
12
     20-12  x 100
      20
40
13
D
13
     20-13  x 100
      20
35
14
N
14
     20-14  x 100
      20
30
15
T
15
     20-15  x 100
      20
25
16
B
16
     20-16  x 100
      20
20
17
S
17
     20-17  x 100
      20
15
18
J
18
     20-18  x 100
      20
10
19
A
19
     20-19  x 100
      20
5
20
C
20
     20-20  x 100
      20
0

  1. Standar Deviasi
Yang dimaksud dengan penentuan siswa dengan standar deviasi adalah penentuan kedudukan dengan membagi kelas atas kelompokkelompok. Tiap kelompok dibatasi oleh suatu standar deviasi tertentu. Penentuan kedudukan dengan standar deviasi dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu :
a. Pengelompokan atas 3 ranking.
b. Pengelompokan atas 11 ranking

a. Pengelompokan atas 3 ranking.
Prestasi siswa dalam satu kelas dapat tergambar sebagai sebuah karya normal. Sebagian besar dari siswa-siswa ini terletak di tengah-tengah kurva sebagai kelompok "sedang" (68,27%) sebagian kecil terletak di daerah "atas" dan sebagian lain lagi akan terletak di daerah " bawah" (masing-masing 15,86 %). Dengan demikian maka dalam menentukan seseorang siswa, terlebih dahulu kelas dibagi menjadi 3 kelompok kemudian dari pengelompokan itu dapat diketahui dia termasuk kelompok mana. Langkah-langkah menentukan kedudukan siswa dalam 3 ranking
1) Menjumlah skor semua siswa.
2) Mencari nilai rata-rata (Mean) dan simpangan baku (Deviasi standar atau standar deviasi).
3) Menentukan batas-batas kelompok.
  1. Kelompok atas
Semua siswa yang mempunyai skor sebanyak skor rata-rata plus satu standar deviasi ke atas.
  1. Kelompok sedang
Semua siswa yang mempunyai skor antara -1 SD & 1 SD.
  1. Kelompok kurang
Semua siswa yang mempunyai skor -1 SD dan yang kurang dari itu.
Contoh : Skor 30 orang siswa adalah :
8 6 6 7 6 8 7 5 6 7
4 7 8 6 7 5 4 7 6 6
8 6 6 7 5 4 7 7 6 6
Untuk menghitung Mean dan Standar Deviasi (SD) dapat digunakan rumus-rumus dan dapat dihitung melalui tabel berikut :
Skor
F
fx
Fx2 
8
7
6
5
4
4
9
11
3
3
32
63
66
15
12
256
441
396
75
48

N = 30

188 ( S fx )

1,216 ( S fx2 )

                                                                                                                        =39,271
                                                                                                                        =40,533

Apa bila dilalui tabel ini, maka digunakan rumus-rumus yang lain :
              Mean = ∑xi
               N

Sedangkan rumus Standar Deviasi adalah :
SD / σ =   Σ(X - µ)2

Dari data yang ada maka Mean = = 6,27
- Batas kelompok bawah sedang adalah :
6, 27 - 1,12 = 5,15
- Batas kelompok sedang atas adalah :
6,27 + 1,12 = 7,39
Jadi :
- Kelompok atas
Semua siswa yang mempunyai skor 7,39 ke atas yaitu skor 8 ada 4 orang.
- Kelompok sedang
Semua siswa yang mempunyai skor antara 5.15 dan 7,39 ada 20 orang.
- Kelompok bawah
Semua siswa yang mempunyai skor 5.15 ke bawah ada 6 orang.

b. Pengelompokan atas 11 ranking

Sebenarnya pengelompokan berdasarkan Standar Deviasi (SD) dapat dilakukan dengan mengambil 3 ranking dan 11 ranking saja. Mean dan Standar Deviasi yaitu menghitung ke skala 1 - 10. selanjutnya akan terdapat 11 rank (tingkat) yaitu :
Rangking 1 : kelompok siswa dengan nilai 10
Rangking 2 : kelompok siswa dengan nilai 9
Rangking 3 : kelompok siswa dengan nilai 8
Rangking 4 : kelompok siswa dengan nilai 7

Untuk standar mengingatkan kembali batas-batas setiap ranking. Di bawah ini dideretkan lagi Standar Deviasi untuk tiap skala.
Skala nilai 10 : Mean + (2,25) SD
Skala nilai 9 : Mean + (1,75) SD
Skala nilai 8 : Mean + (1,25) SD
Skala nilai 7 : Mean + (0,75) SD
Skala nilai 6 : Mean + (0,25) SD
Skala nilai 5 : Mean + (0,25) SD
Skala nilai 4 : Mean - (0,75) SD
Skala nilai 3 : Mean - (1,25) SD
Skala nilai 2 : Mean - (1,75) SD
Skala nilai 1 : Mean - (2,25) SD
Untuk ranking ke-11, dengan skala angka 0, dalam siswa yang memiliki skor lebih kecil dari -2,25 SD.

Standar Score atau Z-Score
Adalah angka yang menunjukkan perbandingan perbedaan score seseorang dari mean dengan standar deviasi. Standar score ini lebih mempunyai arti dibandingkan dengan score itu sendiri karena telah dibandingkan dengan suatu standar yang sama. Untuk menentukan Z-Score, harus diketahui :
- Rata-rata skor dari kelompok.
- Standar Deviasi dari skor-skor tersebut
Rumus : Z = nilai baku
Contoh :
Dari 10 orang siswa tercatat skornya sebagai berikut :
Z =
50 55 63 60 37
45 70 30 40 50
Rata-rata skor  = 50
Dengan rumus :
SD = - ( )
Maka SD = = = 11,75
- Siswa ke dua yakni Tini mempunyai skor 55
Z-Score untuk Tini = = + 0,42
- Siswa ke tiga, yakni Suryo mempunyai skor 63
Z-Score untuk Suryo = = + 1,11
- Siswa ke lima, yakni Mita mempunyai skor 37
Z-Score untuk Mita = = - 1,11

Pengetrapan dari Z-Score ini banyak digunakan di dalam menentukan kejuaraan seseorang apa bila kebetulan jumlah nilainya sama. Untuk ini dapat dibantu dengan menghitung Z-Score terlebih dahulu. Dibawah ini terdapat 5 siswa yang mempunyai variasi nilai yang unik tapi jumlahnya sama. Hanya dengan melihat jumlah nilai saja dapatkah ditentukan siapa yang menduduki tempat tertinggi ?
Nilai untuk Bidang Studi dari 5 Orang Siswa
Bidang
Studi
Nama

Matematika

Ipa
Ips
Bahasa Indonesia
Bahasa inggris
Jumlah
Nomor
Tini
90
30
40
45
48
253
I
Tuti
70
40
45
47
49
251
II
Tino
50
50
50
50
50
250
III
Rita
30
60
55
53
51
249
IV
Ani
10
70
60
55
52
247
V
Standar Deviasi
31,48
14,4
7,07
3,69
1,41


Melihat keadaan lima nilai siswa tersebut, Tampaknya Tini adalah yang menduduki tempat teratas karena memiliki nilai jumlah paling banyak. Sebaliknya ani memiliki nilai paling sedikit sehingga diperkirakan menduduki tempat paling bawah.

Z = + 1,26


Tabel Z-score untuk bidang study dari 5 orang siswa
Bidang
Studi
Nama

Matematika

Ipa
Ips
Bahasa Indonesia
Bahasa inggris
Jumlah
Nomor
Tini
1,26
-1,41
-1,41
-1,36
-1,41
-4,34
V
Tuti
0,63
-0,71
-0,71
-0,81
-0,71
-2,31
IV
Tino
0,00
-0,00
-0,00
-0,00
-0,00
-0,00
III
Rita
0,63
-0,71
-0,71
-0,81
0,71
2,31
II
Ani
1,26
1,41
1,41
1,36
1,42
4,34
I
Jumlah
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00



Catatan: Tanda Plus berada diatas Mean dan tanda minus berarti dibawah Mean. Terbuktilah disini  bahwa Tini yang semula kita perkirakan menduduki tempat paling atas dan ani tempat paling bawah, setelah dihitung dengan Z-Score kedudukannya menjadi terbalaik. Ternyata Ani yang menduduki tempat yang paling atas.

            Dengan menggunakan Z-Score ini tidak akan dipengaruhi oleh jumlah nilai. Untuk menentukan kedudukan siswa-siswa yang memiliki jumlah nilai yang sama, caranya juga seperti yang telah dicontohkan.
            Dengan angka-angka Z-Score yang diperoleh, maka kita bekerja dengan angka-angka tidak bulat dan tanda- tanda Plus-Minus, maka untuk mempermudahnya kita menggunakan T-Score.
T = 50 +

T-Score adalah angka skala yang menggunakan Mean = 50 dan SD = 10. Skala T- Score dapat dicari dengan cara mengalikan Z-Score dengan 10, kemudian ditambah 50. Atau Contoh :
       T = 10 Z + 50     atau

Contoh:
Z - Score + 1,20 = T-Score 62
Z - Score - 0,80 = T-Score 42

Dengan demikian tabel Z-score untuk 5 bidang studi 5 orang siswa di atas dapat diganti menjadi tabel T-Score sebagai berikut :

Tabel T-Score untuk Studi dari 5 Orang Siswa
Bidang
Studi
Nama

Matematika

Ipa
Ips
Bahasa Indonesia
Bahasa inggris
Jumlah
Nomor
Tini
63
36
36
36
36
207
V
Tuti
56
43
43
24
43
237
IV
Tino
50
50
50
50
50
250
III
Rita
44
57
57
58
57
273
II
Ani
37
64
64
64
64
289
I
Jumlah
250
250
250
250
250



Urutan nomornya tetap seperti jika menggunakan Z-Scor




















BAB III

P E N U T U P
A. Kesimpulan
Kedudukan siswa dalam kelompok adalah letak seseorang siswa di dalam urutan tingkatan. Dalam istilah yang umum, disebut ranking, untuk dapat di ketahui ranking dari siswa-siswa di suatu kelas maka harus di adakan pengurutan nilai siswa-siswa tersebut dari yang paling atas sampai ke nilai yang paling bawah. Cara menentukan kedudukan siswa / ranking mempunyai beberapa macam yaitu :
- Simple Rank (SR)
- Percentile Rank
- Standar Deviasi
- Standar Score/Z-Score

B. Saran-saran
Dalam menentukan kedudukan siswa dalam kelompok atau ranking memerlukan ketelitian dan kecermatan, itu yang diutamakan agar seorang guru tidak salah mengambil keputusan dalam suatu penilaian, maksud ketelitian dan kecermatan disini bukan hanya tentang penilaian dalam kegiatan pembelajaran tetapi juga perlu memperhatikan dari segi bagaimana siswasiswa itu berpakaian, keterampilannya serta ekstrakurikulernya karena itu sangat mempengaruhi.












DAFTAR PUSTAKA

  • Amir Daicu Indrakusuma. Evaluasi Pendidikan, terbitan 1975.
  • Benjamin S.Bloon J. Thoma Hastings, George F. Madaus : Hand Book on
Formative and Summative Evaluation of Student Learning. Mc. Graw Hill
Book Company 1971.
Departemen P dan K : Pedoman Penelitian Buku Pedoman Khusus Seri
Kurikulum 1975, Jakarta 1976.
Gronlund, Norman E : Impriving Marketing and Reporting In Class-room
Instruction, Mc Millan Publishing Co, Inc New York 1974.
Lazear, David, 1991, Seven Ways
of Teaching, The Artistry of Teaching With Multiple Intelegences.
Australia : Hawker Brownlow Education.
Marsandi, Suharsini Arikunto. Suroso R.F salinger : Dasar-dasar Ruang Lingkup
dan Strategi penilaian di Sekolah, BP3K, Dep, P dan K. Jakarta 1970.
Remmers H.H and Gade N.L : A Practical Introduction to Measurement and
Evaluation, Harper & Row, New York 1960. Barker Lunn Joan : Concepts of Measturement, BP3K in Collaboration With The
British Council and IIEPUNESCO. BP3K Dep. P dan K. Jakarta 1977.













IPA IPS
Bahasa Indo.
Bahasa Inggris
Jumlah
Nomor
Tini 90 30 40 45 48 253 I
Tuti 70 40 45 47 49 251 II
Tino 50 50 50 50 50 250 III
Rita 30 60 55 53 51 249 IV
Ani 10 70 60 55 52 247 V
Standar Deviasi
31,48 14,
4
7,0
7 3,69 1,41
Melihat keadaan nilai lima siswa tersebut, tampaknya Tini adalah yang menduduki tempat teratas karena memiliki nilai jumlah paling banyak. Sebaliknya Ani memiliki nilai paling sedikit sehingga diperkirakan menduduki tempat yang paling bawah.
Z = = + 1,26
Tabel Z - Score untuk Bidang Studi dari 5 Orang Siswa
Bidang
Studi
Nama
Matematika
IPA IPS
Bahasa
Indo.
Bahasa Inggris
Jumlah
Nomor
Tini 1,26
-1,4
1
-1,41 -1,36 -1,41 -4,34 V
Tuti 0,63
-0,7
1
-0,71 -0,81 -0,71 -2,31 IV
Tino 0,00
-0,0
0
-0,00 -0,00 -0,00 -0,00 III
Rita 0,63 -0,7
-0,71 -0,81 0,71 2,31 II
1
Ani 1,26 1,4
1 1,41 1,36 1,42 4,34 I
Jumlah 0,00 0,0
0 0,00 0,00 0,00
Catatan : tanda plus berada diatas Mean dan tanda minus berarti di bawahmean.
Terbuktilah disini bahwa Tini yang semula kita perkirakan menduduki tempat paling atas dan Ani tempat paling bawah, setelah dihitung dengan Z-Score kedudukannya menjadi terbalik. Anilah nyatanya yang menduduki tempat paling atas. Dengan menggunakan Z-Score ini tidak akan dipengaruhi oleh jumlah nilai. Untuk menentukan kedudukan siswa-siswa yang memiliki jumlah nilai sama, caranya juga seperti yang telah dicontohkan. Dengan angka-angka Z-Score yang diperoleh, maka kita bekerja dengan angka-angka tidak bulat dan tanda-tanda plus-minus, maka untuk mempermudahnya kita menggunakan T-Score.
T-Score adalah angka skala yang menggunakan Mean = 50 dan SD = 10. Skala T- Score dapat dicari dengan cara mengalikan Z-Score dengan 10, kemudian ditambah 50. Atau Contoh :
T = 50 +
T = 10 Z + 50
Z - Score + 1,20 = T-Score 62
Z - Score - 0,80 = T-Score 42
Dengan demikian tabel Z-score untuk 5 bidang studi 5 orang siswa di atas dapat diganti menjadi tabel T-Score sebagai berikut : Tabel T-Score untuk Studi dari 5 Orang Siswa
Bidang Studi
Nama
Matematika
IPA IPS
Bahasa Indo.
Bahasa Inggris
Jumlah
Nomor
Tini 63 36 36 36 36 207 V
Tuti 56 43 43 24 43 237 IV
Tino 50 50 50 50 50 250 III
Rita 44 57 57 58 57 273 II
Ani 37 64 64 64 64 289 I
Jumlah 250 250 250 250 250
Urutan nomornya tetap seperti jika menggunakan Z-Score.
BAB III
P E N U T U P
A. Kesimpulan
Kedudukan siswa dalam kelompok adalah letak seseorang siswa di dalam urutan tingkatan. Dalam istilah yang umum, disebut ranking, untuk dapat di ketahui ranking dari siswa-siswa di suatu kelas maka harus di adakan pengurutan nilai siswa-siswa tersebut dari yang paling atas sampai ke nilai yang paling bawah. Cara menentukan kedudukan siswa / ranking mempunyai beberapa macam yaitu :
- Simple Rank (SR)
- Percentile Rank
- Standar Deviasi
- Standar Score/Z-Score
B. Saran-saran
Dalam menentukan kedudukan siswa dalam kelompok atau ranking memerlukan ketelitian dan kecermatan, itu yang diutamakan agar seorang guru tidak salah mengambil keputusan dalam suatu penilaian, maksud ketelitian dan kecermatan disini bukan hanya tentang penilaian dalam kegiatan pembelajaran tetapi juga perlu memperhatikan dari segi bagaimana siswasiswa itu berpakaian, keterampilannya serta ekstrakurikulernya karena itu sangat mempengaruhi.
DAFTAR PUSTAKA
Amir Daicu Indrakusuma. Evaluasi Pendidikan, terbitan 1975.
Barker Lunn Joan : Concepts of Measturement, BP3K in Collaboration With The
British Council and IIEPUNESCO. BP3K Dep. P dan K. Jakarta 1977.
Benjamin S.Bloon J. Thoma Hastings, George F. Madaus : Hand Book on
Formative and Summative Evaluation of Student Learning. Mc. Graw Hill
Book Company 1971.
Departemen P dan K : Pedoman Penelitian Buku Pedoman Khusus Seri
Kurikulum 1975, Jakarta 1976.
Gronlund, Norman E : Impriving Marketing and Reporting In Class-room
Instruction, Mc Millan Publishing Co, Inc New York 1974.
Lazear, David, 1991, Seven Ways
of Teaching, The Artistry of Teaching With Multiple Intelegences.
Australia : Hawker Brownlow Education.
Marsandi, Suharsini Arikunto. Suroso R.F salinger : Dasar-dasar Ruang Lingkup
dan Strategi penilaian di Sekolah, BP3K, Dep, P dan K. Jakarta 1970.
Remmers H.H and Gade N.L : A Practical Introduction to Measurement and
Evaluation, Harper & Row, New York 1960.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar